No..No..Bully..Noo
Oohhhh..No Cyberbullying

Oohhhh…No Cyberbullying

Cyberbullying : Jejak Digital yang Melukai

Berawal dari sebuah status di media sosial beberapa tanggapan bermunculan, hanya saja ada tanggapan yang melukai, arti kata tak semua orang yang berpikiran sama dalam menanggapi sebuah postingan. Kata – kata yang menyakitkan, melukai hingga mempengaruhi pikiran si pemilik postingan.. Kenapa terjadi?.. Apa yang salah?.. Pantaskah?

“Awalnya saya mengepost foto saya di Instagram, lalu ada satu orang yang berkomentar negative, dia berkata “apasih norak, alay”, tapi saya tidak membalas komentar tersebut. Si pemilik komentar ternyata meneruskan postingan saya tersebut kedalam grup chat, sehingga menimbulkan perbincangan oleh teman-teman yang lain. Tak satupun berkomentar baik, sehingga sangat mempengaruhi emosi saya yang menyebabkan saya menjadi minder, marah, sedih, hingga menjauhkan diri dari teman-teman.”

Ini salah satu curhatan yang seorang yang masih duduk di bangku sekolah, Ohhh ini sungguh menyakitkan..

Bagaimana mengatasi semua ini….tidak ada yang bisa menghentikannya.. sadarkah mereka bahwa Jejak Digital itu nyata. Mari bijak berkomentar.. berpikir positif…gunakan jari jemari mu dengan kata bijak menginspirasi…

 

 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait